Jumat, 19 November 2010

Strategi Pemasaran Yang Efektif

Dalam pembahasan aspek pemasaran, pembahasan yang dilakukan oleh aspek pemasaran adalah menentukan lokasi – lokasi pangsa pasar yang meminati produk yang dibuat oleh perusahaan ini. Dengan berbagai cara yaitu salah satunya dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis ini didasarkan pada pemikiran yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimumkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).

Analisis SWOT ini membandingkan antara factor eksternal peluang dan ancaman dengan factor internal kekuatan dan kelemahan. Berikut adalah cara membuat analisis SWOT:

Kuadran 1 :

Merupakan situasi yang sangat menguntungkan perusahaan tersebut memiliki pelluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif(Growth oriented strategy).
Kuadran 2 :

Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memilki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi.
Kuadran 3 :

Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak ia menghadapi bebrapa kendala/kelemahan internal. Kondisi bisinis pasa kuadaran 3 ini mirip dengan question mark pada BCG matrik. Focus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan kembali teknologi yang dipergunakan dengan cara menawarkan produk-produk baru dalam microcomputer
Kuadran 4 :

ini merupakan situasi yang sangat tidak mengutungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal

Dalam aspek pemasaran perusahaan produk sepatu, masalah-masalah internal yang akan dihadapi oleh perusahaan ini khususnya bagian aspek pemasaran akan dapat diselesaikan dengan analisis SWOT yang sudah diterangkan diatas.karena situs periklanan mereka memakai Metode SEO ( Search Engine Optimization ) dan SEF ( Search Engine Friendly ) yang hal tersebut adalah mutlak dipakai situs periklanan yang ingin memberikan layanan promosi seoptimal mungkin bagi kliennya. situs periklanan indonesianenterprise.com adalah salah satu situs periklanan dengan metode SEO dan SEF sehingga sangat efektif dan useful/powerful sebagai media promosi baik untuk target pasar lokal maupun internasional.

MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA PRODUK

Pendahuluan

Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalahan di dalam dan di luar perusahaan. Permasalahan di dalam menyangkut aspek retrukturisasi organisasi perusahaan, akuisisi, dan merger serta aliansi strategik. Dalam aspek yang lebih operasional menyangkut manajemen finansial, produksi, pemasaran, manajemen administrasi dan manajemen sumberdaya manusia. Sementara itu masalah eksternal ditandai oleh aktifitas ekonomi pasar sedemikian dinamisnya seperti tuntutan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk, fluktuasi harga input dan output, ekspansi pasar perusahaan lain, teknologi dan pesaing. Dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus menghadapi tantangan bahkan tekanan-tekanan internal dan eksternal itu. Salah satu pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada.

1. Keunggulan kompetitif

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk.

- Sudut Pandang Nilai Pelanggan.

Keunggulan kompetitif akan terjadi apabila terdapat pandangan pelanggan bahwa mereka memperoleh nilai tertentu dari transaksi ekonomi dengan perusahaan tersebut. Untuk itu syaratnya adalah semua karyawan perusahaan harus fokus pada kebutuhan dan harapan pelanggan. Hal demikian baru terwujud ketika pelanggan dilibatkan dalam merancang proses memproduksi barang dan atau jasa serta didorong membantu perusahaan merancang sistem Manajemen SDM yang akan mempercepat pengiriman barang dan jasa yang diinginkan pelanggan.

- Sudut Keunikan.

Keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan tidak dapat mudah ditiru oleh pesaing. Misalnya Anda membuka rumah makan dengan menyajikan sop dan sate kambing serta sayur asem. Tidak berlangsung lama ada pesaing membuka rumah makan di sebelah rumah makan Anda. Jenis sajiannya semua sama termasuk rasa dan harga dengan yang Anda sajikan. Dapat terjadi Anda akan kehilangan keuntungan karena sebagian pelanggan pindah ke rumah makan baru itu kecuali kalau Anda mampu menciptakan sesuatu yang unik yang sulit ditiru pesaing Anda. Apa saja keunikan itu?

2. Ciri-ciri Keunikan

- Kemampuan finansial dan ekonomis

Ciri keunikan ini ditunjukan oleh adanya kemudahan perusahaan untuk memperoleh sumber finansial dengan relatif cepat dengan bunga yang relatif lebih rendah dari pada bunga pasar. Selain itu dapat berupa kemampuan perusahaan menekan harga produk yang lebih murah ketimbangan harga produk yang sama dari perusahaan lain.

- Kemampuan menciptakan produk strategik

Bentuk jenis keunikan ini berupa kelebihan ciri-ciri produk Anda dibanding produk yang sama dari perusahaan lain. Antara lain dapat dilihat dari aspek rasa, ukuran, penampilan dan keamanan produk serta suasana lingkungan bisnis Anda. Kembali ke contoh terdahulu, misalnya Anda menyajikan sate dengan ukuran daging yang lebih besar, bumbu yang lebih bervariasi, minuman tradisional, kematangan yang merata, ada musik khas, ada tempat bermain untuk anak-anak, oleh-oleh buat anak-anak tanpa harus mengurangi keuntungan bisnis Anda dsb.

- Kemampuan teknologi dan proses

Perusahaan harus memiliki ciri berbeda dalam membuat dan menyajikan produk ke para pelanggan dibanding perusahaan lain.Hal ini dicirikan oleh alat yang digunakan apakah alat tua ataukah yang modern dan sudah sangat dikenal kehandalannya di kalangan luas pelanggan. Biasanya pelanggan sudah mempunyai pilihan favorit tentang alat-alat dan proses tertentu yang digemarinya. Contoh lain adalah penggunaan alat-alat canggih seperti sistem komputer dan fasilitas pabrik pengolahan produksi modern .

- Kemampuan keorganisasian

Keunikan disini dicirikan oleh kelebihan perusahaan dalam pengelolaan sistem keorganisasian yang sepadan dengan kebutuhan pelanggan. Perusahaan termasuk karyawannya perlu memiliki daya tanggap, sensitif dan adapatasi yang tinggi dalam mengikuti perubahan-perubahan karakter pelanggan, teknologi, keadaan pasokan, peraturan, dan kondisi ekonomi. Dengan demikian para pelanggan akan senang hati untuk selalu loyal kepada perusahaan.

Intelligence (keunggulan) juga mungkin terdiri atas penilaian akan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing serta identifikasi peluang serta hambatan. Competitive Intelligence adalah bagian dari Intelligence lingkungan secara keseluruhan yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat keputusan yang baik. Ada beberapa Intelligence yang penting dalam bisnis, serta berdampak terhadap strategi dan menentukan kemampuan untuk mencapai target. Ada beberapa gejala yang terjadi beberapa tahun terakhir yang meningkatkan kebutuhan akan sistem yang sistematik dari Competitive Intelligence. · Meningkatnya kompetisi · Meningkatnya ukuran pasar (globalisasi pasar) · Meningkatnya kecepatan perubahan (deregulasi oleh pemerintah) · Akses terhadap informasi yang bertambah tinggi (internet, intranet, dan ekstranet) · Pembuatan mesin pencari (search engine) yang semakin canggih · Peningkatan dalam teknologi yang memungkinkan desentralisasi sistem. · Bertambahnya pengetahuan akan pentingnya kompetitor Intelligence.

Tujuan membuat kegiatan Intelligence kompetitior tidak hanya untuk mengumpulkan informasi mengenai pesaing, tetapi juga untuk membantu mencapai keuntungan bisnis, kompetitif dan kemandirian. Kegunaan Intelligence yang kompetitif : · Perencanaan strategis · Penyesuaian rencana · Peringatan awal · Promosi penjualan · Strategi pendukung · Tindakan rencana kompetitif · Kunci menejemen akuntansi. Menggunakan Competitive Intelligence untuk keunggulan bisnis Dalam lingkungan yang kompetitif, ketahanan bergantung pada kesehatan bisnis. Bisnis yang sehat memiliki keunggulan kompetitif. Pemahaman akan arti keunggulan kompetitif dan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya hanya dapat diperoleh dengan Competitive Intelligence yang berkualitas. Ramuan penting dari keunggulan kompetitif adalah pengetahuan akan peluang dan ancaman yang dimiliki pesaing, serta tidak kalah penting adalah pengetahuan akan kekuatan dan kelemahan relatif yang dimiliki pesaing terhadap bisnis kita

Selasa, 09 November 2010

MENJADI WIRAUSAHAWAN SUKSES

MENJADI WIRAUSAHAWAN SUKSES

Sebelum membahas tentang langkah-langkah menjadi wirausahawan yang sukes, sebaiknya kita memahami pengertiannya terlebih dahulu. Sebenarnya definisi kewirausahaan itu cukup bervariasi. Tapi di sini kita coba buat definisi kewirausahaan ini secara umum dan bahasa sehari-hari.

Seperti kita tahu kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri dari 2 kata yaitu, wira yang berarti kesatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah berani, sedangkan satu lagi adalah kata usaha yang berarti bekerja, melakukan sesuatu.

Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu. Tetapi kalau definisi kewirausahaan yang lebih detail disini akan kita ambil dari beberapa sumber.
Mengacu dari Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, disebutkan bahwa:

1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.

2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Kewirausahaan atau dalam bahasa perancis disebut entrepreneurship dan kalau diterjemahkan secara harfiah punya pengertian sebagai perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal .

Menurut Stoner, James, kewirausahaan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi-lahan kerja, tenaga kerja dan modal-menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Wirausahawan menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh eksekutif bisnis lain.

1. Perbedaan karyawan dan wirausahawan sebagai berikut :

a. Karyawan

- Penghasilan kerja tetap dan stabil

- Ritme kerja bersifat rutin

- Kebebasan rendah

- Ketergantungannya tinggi

b. Wirausahawan

- Penghasilan kerja berfluktuatif

- Ritme kerja bersifat tidak rutin

- Kebebasan tinggi

- Ketergantungannya rendah

2. Sifat-sifat individu seorang pengusaha (Munawir Yusuf, 1999) yaitu:

a. Motivasi Berprestasi

b. Kemandirian

c. Kreatifitas

d. Pengambilan Resiko

e. Keuletan

f. Orientasi Masa Depan

g. Komunikatif dan Reflektif

h. Kepemimpinan

i. Perilaku Instrumenal

j. Penghargaan Terhadap Uang

3. Pola pikir wirausahawan :

a. Percaya diri

b. Berorientasi pada prestasi

c. Berani mengambil resiko

d. Independent

e. Kreatif dan inovatif

f. Ulet dan tekun

4. Wirausahawan dengan konsep 5D :

a. Seorang wirausahawan yang sukses memiliki impian dan visi yang jelas tentang masa depan bisnisnya.

b. Seorang wirausahawan yang sukses memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara akurat dan penuh perhitungan.

c. Setelah mengambil keputusan dengan matang, maka wirausahawan akan menindaklanjuti dengan tindakan yang tepat dan terukur.

d. Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian.

e. Seorang wirausahawan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya.

5. Fase menyusun sasaran bagi wirausahawan :

a. Goals setting ,membangun sasaran yang menantang

b. Afirmasi, menyusun sasaran redaksional yang positif

c. Visualisasi, membayangkan sasarann yang sukses

Sumber :

1. http://www.blog.mybcshop.com/2010/01/wira-usaha-mandiri-kewirausahaan-enterpreneur-apa-dan-bagaimana/

2. http://revolsirait.com/definisi-kewirausahaan

3. http://www.slideshare.net/RajaPresentasi/menjadi-wirausaha-dan-entrepreneur-sukses

Sabtu, 19 Juni 2010

Lihat profil Netlog saya

   
     
 

andhita ramadhani
perempuan - 20 tahun
Daerah Khusus Ibukota Jakarta



    Hai!

I have created a Netlog profile with my pictures, videos, blog and events and I want to add you as a friend so you can see it.

  Coba lihat  

You can create your own profile too.

Salam,
andhita
 
       
   
  Apakah tombol diatas tidak ditampilkan dengan jelas?
Klik disini , atau tempel link dibawah ini di balok alamat di browser kamu.
http://id.netlog.com/go/mailurl/-bT0yODQ0Njc4MiZsPTQmZ209MzcmdT0lMkZnbyUyRnJlZ2lzdGVyJTJGaWQlM0Q2NzM2MjAxNSUyNmklM0RoOTU_







Tidak mau lagi menerima undangan dari teman kamu? Klik disini .
Don't want to receive invitations from your friends anymore? Click here .
Netlog NV/SA - E. Braunplein 18. B-9000 Gent. Belgium.
BE0859635972 - abuse-id@netlog.com
 
   

Kamis, 27 Mei 2010

REMUNERASI

Arti harafiah remunerasi  adalah "payment" atau penggajian, bisa juga uang ataupun substitusi dari uang yang ditetapkan dengan peraturan tertentu sebagai imbal balik suatu pekerjaan dan bersifat rutin.
Sedangkan pengertian resmi menurut kamus Bahasa Indonesia adalah pembelian hadiah (penghargaan atas jasa dsb); imbalan. Remunerasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Remuneration. Wikipedia memberi penjelasan, "Remuneration is pay or salary, typically a monetary payment for services rendered, as in an employment. Usage of the word is considered formal."

Besar kecilnya gaji seseorang dapat dikira-kira atau ditentukan oelh faktor-faktor antara lain :

1.         Jenis profesi

Gaji seorang engineer (tehnis) akan berbeda dengan gaji seorang lawyer (hukum) . Dalam satu perusahaan minyak, sesama fresh graduate bisa jadi gaji engineer akan berbeda dengan gajinya orang finance. Namun di "lawfirm", atau lembaga bantuan hukum bisa saja gajinya lawyer (ahli hukum) akan jauh lebih bersar dibanding finance (keuangan). Hanya saja bisa terbalik ketika di perbank-an.

2.       Posisi dalam perusahaan

Posisi ini bisa berbagai macam cara pandangnya. Misalnya manajerial vs bukan manager (tehnikal). Dalam banyak perusahaan posisi manajer biasanya mendapatkan porsi gaji dan fasilitas (benefit) yang lebih karena keputusannya dianggap lebih mempengaruhi jalannya (untung-rugi) perusahaan. Namun dalam perusahaan moderen sekarang sudah lain bisa saja berbeda. Perusahaan-perusahaan berbasis teknologi kebanyakan sudah menghargai para profesionalnya. Gaji seorang manajer engineering bisa saja hampir sama dengan konsultan engineer-nya. Posisi ini bisa juga dalam artian departemen atau bagian. Ada bagian-bagian dalam sebuah perusahaan yang rata-rata pekerjanya bergaji lebih walaupun dalam skala yang sama. Hal ini sering terlihat pada perusahaan yang

3.       Jenis industri/usaha

Setiap industri juga memiliki struktur penggajian yang berbeda. Disebelah kanan ini menggambarkan variasi besarnya gaji seorang lulusan dalam bidang ilmu science dan engineering. Setiap jenis usaha memiliki rentang gaji yang berbeda-beda. Hal ini akan sesuai dengan skala pekerjaannya, waktu yang diperlukan seseorang, tanggung jawabnya, dan besarnya pengaruh keputusan berdasarkan hasil kerjanya. Di industri migas keputusan seorang finance manajer mungkin berbeda dengan keputusan geologi manager nya. Namun seorang yang berpengalaman 10 tahun sebagai geologist tidak sama dengan ahli ekonom di bank tersebut, walaupun pengalamannya sama-sama 10 tahun, kan ?

4.        Lama kerja (pengalaman)

Jelas semakin lama pengalaman kerjanya akan semakin tinggi nilai jual seseorang. Namun yang perlu diperhatikan bila anda seorang recruiter ketika membaca pengalaman kerja. Menggambar design mobil lengkap, mungkin memerlukan waktu 1 tahun. Ketika seseorang berpengalaman kerja selama 10 tahun dimana selama 5 tahun hanya menggambar kursinya saja. Apakah disebut berpengalaman 10 tahun mendesign mobil ?

5.       Lokasi bekerja

Bekerja di luar kantor seringkali terkesan bekerja fisik yang keras, dan sedikit memerlukan otak. Dimana akhirnya sering terlihat pekerja di luar kantor posisinya lebih rendah dari yang duduk manis di kantor. Dengan demikian pekerja kantor akan memiliki gaji lebih besar ketimbang pekerja di luar kantor. Namun dalam industri tertentu salah satunya migas justru yang bekerja di luar kantor seringkali mendapatkan fasilitas khusus sebagai pengganti kenyamanan bekerja di kantor. Ada yang disebut "Field Allowance" ada yang menyebutkan "Out of town allowance". Allowance atau tunjangan tambahan ini tidak sama disetiap daerah. Ada yang memberikan dalam bentuk prosentase dari gaji, ada pula yang fixed.

6.       Status pekerja

Status pekerjaan ini dapat sebagai pegawai tetap, pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT), ada pula pegawai dari kontraktor (consultant). Pegwai kontrakan level dibawah (non-staff) ini biasanya gajinya lebih kecil dibanding pegawai tetapnya. Namun untuk level staff keatas seringkali justru yang pekerja kontrak bergaji lebih besar ketimbang pegawai tetapnya.

Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten yang bersangkutan.

Propinsi

Kabupaten

Sektor

2011

2010

2009

Bali

Non Kabupaten

Non Sektor

0

829316

760000

Bali

Kabupaten Badung

Non Sektor

0

1110000

950000

Bali

Kabupaten Bangli

Non Sektor

0

829500

760500

Bali

Kabupaten Buleleng

Non Sektor

0

830000

765000

Bali

Kabupaten Gianyar

Non Sektor

0

925000

842500

Bali

Kabupaten Jembrana

Non Sektor

0

875000

812500

Bali

Kabupaten Karangasem

Non Sektor

0

875000

815606

Bali

Kabupaten Klungkung

Non Sektor

0

835800

767000

Bali

Kabupaten Tabanan

Non Sektor

0

854500

777000

Bali

Kota Denpasar

Non Sektor

0

1100000

952000

Bangka Belitung

Non Kabupaten

Non Sektor

0

910000

850000

Banten

Non Kabupaten

Non Sektor

0

955300

917500

Banten

Kabupaten Lebak

Non Sektor

0

959500

918000

Banten

Kabupaten Pandeglang

Non Sektor

0

964500

918950

Banten

Kabupaten Tangerang

Non Sektor

0

1117245

1044500

Banten

Kota Cilegon

Non Sektor

0

0

1099000

Banten

Kota Tangerang

Non Sektor

0

0

1064500

Banten

Kota Serang

Non Sektor

0

1050000

1030000

Bengkulu

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

727950

DI Yogyakarta

Non Kabupaten

Non Sektor

0

745694

700000

DKI Jakarta

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1118009

1069865

Gorontalo

Non Kabupaten

Non Sektor

0

710000

675000

Jambi

Non Kabupaten

Non Sektor

0

900000

800000

Jawa Barat

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

628191

Jawa Barat

Kabupaten Cirebon

Non Sektor

0

825000

746000

Jawa Barat

Kabupaten Garut

Non Sektor

0

735000

660000

Jawa Barat

Kabupaten Indramayu

Non Sektor

0

854145

769500

Jawa Barat

Kabupaten Karawang

Non Sektor

0

1111000

1058181

Jawa Barat

Kabupaten Karawang

Tekstil / Garmen

0

1117500

0

Jawa Barat

Kabupaten Karawang

Lain – Lain

0

1136778

0

Jawa Barat

Kabupaten Kuningan

Non Sektor

0

700000

634500

Jawa Barat

Kabupaten Majalengka

Non Sektor

0

720000

0

Jawa Barat

Kabupaten Majalengka

Tekstil / Garmen

0

790000

0

Jawa Barat

Kabupaten Majalengka

Lain – Lain

0

860000

0

Jawa Barat

Kabupaten Majalengka

Perdagangan / Jasa

0

835000

0

Jawa Barat

Kabupaten Purwakarta

Non Sektor

0

890000

0

Jawa Barat

Kabupaten Purwakarta

Tekstil / Garmen

0

1015000

839300

Jawa Barat

Kabupaten Purwakarta

Lain – Lain

0

1015000

0

Jawa Barat

Kabupaten Subang

Non Sektor

0

746400

670000

Jawa Barat

Kabupaten Subang

Manufaktur

0

941400

0

Jawa Barat

Kabupaten Sukabumi

Non Sektor

0

671500

630000

Jawa Barat

Kabupaten Sukabumi

Tekstil / Garmen

0

0

632500

Jawa Barat

Kabupaten Sumedang

Non Sektor

0

1058978

995000

Jawa Barat

Kabupaten Tasikmalaya

Non Sektor

0

775000

700000

Jawa Barat

Kota Bandung

Non Sektor

0

1118000

1044691

Jawa Barat

Kota Banjar

Non Sektor

0

689800

633500

Jawa Barat

Kota Bekasi

Non Sektor

0

1155000

1089000

Jawa Barat

Kota Bekasi

Tekstil / Garmen

0

1257000

0

Jawa Barat

Kota Bekasi

Otomotif

0

1300000

0

Jawa Barat

Kota Bogor

Non Sektor

0

971200

893412

Jawa Barat

Kota Cimahi

Non Sektor

0

1107304

1019000

Jawa Barat

Kota Cirebon

Non Sektor

0

840000

765000

Jawa Barat

Kota Depok

Non Sektor

0

1157000

1078000

Jawa Barat

Kota Sukabumi

Non Sektor

0

850000

770000

Jawa Barat

Kota Tasikmalaya

Non Sektor

0

780000

705000

Jawa Barat

Kabupaten Bandung

Non Sektor

0

1060500

1000950

Jawa Barat

Kabupaten Bandung Barat

Non Sektor

0

1105225

1011064

Jawa Barat

Kabupaten Bekasi

Non Sektor

0

1168974

1084140

Jawa Barat

Kabupaten Bogor

Non Sektor

0

1056914

991714

Jawa Barat

Kabupaten Ciamis

Non Sektor

0

699815

636195

Jawa Barat

Kabupaten Cianjur

Non Sektor

0

743500

677600

Jawa Tengah

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

0

Jawa Tengah

Kabupaten Banjarnegara

Non Sektor

0

662000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Jepara

Non Sektor

0

702000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar

Non Sektor

0

761000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Kebumen

Non Sektor

0

700000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Kendal

Non Sektor

0

780000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Klaten

Non Sektor

0

735000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Kudus

Non Sektor

0

775000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Magelang

Non Sektor

0

752000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Pati

Non Sektor

0

733000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Pekalongan

Non Sektor

0

760000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Pemalang

Non Sektor

0

675000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Banyumas

Non Sektor

0

670000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Purbalingga

Non Sektor

0

695000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Purworejo

Non Sektor

0

719000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Rembang

Non Sektor

0

702000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Semarang

Non Sektor

0

824000

838500

Jawa Tengah

Kabupaten Sragen

Non Sektor

0

724000

687000

Jawa Tengah

Kabupaten Sukoharjo

Non Sektor

0

769500

710000

Jawa Tengah

Kabupaten Tegal

Non Sektor

0

687500

0

Jawa Tengah

Kabupaten Temanggung

Non Sektor

0

709500

0

Jawa Tengah

Kabupaten Wonogiri

Non Sektor

0

695000

650000

Jawa Tengah

Kabupaten Wonosobo

Non Sektor

0

715000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Batang

Non Sektor

0

745000

0

Jawa Tengah

Kota Magelang

Non Sektor

0

745000

0

Jawa Tengah

Kota Surakarta

Non Sektor

0

785000

0

Jawa Tengah

Kota Salatiga

Non Sektor

0

803185

0

Jawa Tengah

Kota Semarang

Non Sektor

0

939756

838500

Jawa Tengah

Kota Pekalongan

Non Sektor

0

760000

0

Jawa Tengah

Kota Tegal

Non Sektor

0

700000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Blora

Non Sektor

0

742000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali

Non Sektor

0

748000

718500

Jawa Tengah

Kabupaten Brebes

Non Sektor

0

681000

575000

Jawa Tengah

Kabupaten Cilacap

Non Sektor

0

760000

0

Jawa Tengah

Kabupaten Demak

Non Sektor

0

813400

0

Jawa Tengah

Kabupaten Grobogan

Non Sektor

0

687500

0

Jawa Timur

Kabupaten Bangkalan

Non Sektor

0

775000

715000

Jawa Timur

Kabupaten Banyuwangi

Non Sektor

0

824000

744000

Jawa Timur

Kabupaten Blitar

Non Sektor

0

830000

570000

Jawa Timur

Kabupaten Bojonegoro

Non Sektor

0

825000

740000

Jawa Timur

Kabupaten Gresik

Non Sektor

0

1010400

971624

Jawa Timur

Kabupaten Gresik

Perdagangan / Jasa

0

0

0

Jawa Timur

Kabupaten Jember

Non Sektor

0

830000

770000

Jawa Timur

Kabupaten Jombang

Non Sektor

0

790000

752500

Jawa Timur

Kabupaten Kediri

Non Sektor

0

871000

825000

Jawa Timur

Kabupaten Lamongan

Non Sektor

0

875000

760000

Jawa Timur

Kabupaten Lumajang

Non Sektor

0

688000

655000

Jawa Timur

Kabupaten Madiun

Non Sektor

0

685000

620000

Jawa Timur

Kabupaten Magetan

Non Sektor

0

650000

645000

Jawa Timur

Kabupaten Malang

Non Sektor

0

1000005

954500

Jawa Timur

Kabupaten Mojokerto

Non Sektor

0

1009150

971624

Jawa Timur

Kabupaten Mojokerto

Lain – Lain

0

0

971624

Jawa Timur

Kabupaten Nganjuk

Non Sektor

0

650000

625000

Jawa Timur

Kabupaten Ngawi

Non Sektor

0

665000

635000

Jawa Timur

Kabupaten Pacitan

Non Sektor

0

630000

0

Jawa Timur

Kabupaten Pamekasan

Non Sektor

0

900000

750000

Jawa Timur

Kabupaten Pasuruan

Non Sektor

0

1005000

955000

Jawa Timur

Kabupaten Probolinggo

Non Sektor

0

744000

682500

Jawa Timur

Kabupaten Sampang

Non Sektor

0

690000

645000

Jawa Timur

Kabupaten Sidoarjo

Non Sektor

0

1005000

955000

Jawa Timur

Kabupaten Sumenep

Non Sektor

0

730000

690000

Jawa Timur

Kabupaten Tuban

Non Sektor

0

870000

798000

Jawa Timur

Kota Batu

Non Sektor

0

989000

879000

Jawa Timur

Kota Blitar

Non Sektor

0

663000

0

Jawa Timur

Kota Kediri

Non Sektor

0

906000

856000

Jawa Timur

Kota Madiun

Non Sektor

0

685000

645000

Jawa Timur

Kota Malang

Non Sektor

0

1006263

945373

Jawa Timur

Kota Mojokerto

Non Sektor

0

805000

760000

Jawa Timur

Kota Pasuruan

Non Sektor

0

865000

805000

Jawa Timur

Kota Probolinggo

Non Sektor

0

741000

682500

Jawa Timur

Kota Surabaya

Non Sektor

0

1031500

948500

Kalimantan Barat

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1024500

705000

Kalimantan Selatan

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1024500

930000

Kalimantan Tengah

Non Kabupaten

Non Sektor

0

986590

873089

Kalimantan Tengah

Non Kabupaten

Pertambangan

0

1085250

960398

Kalimantan Timur

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1002000

955000

Kepulauan Riau

Non Kabupaten

Non Sektor

0

925000

892000

Kepulauan Riau

Kota Batam

Non Sektor

0

1110000

0

Lampung

Non Kabupaten

Non Sektor

0

767500

691000

Lampung

Kabupaten Tulang Bawang

Non Sektor

0

776500

0

Maluku

Non Kabupaten

Non Sektor

0

840000

805000

Maluku

Non Kabupaten

Pertambangan

0

1225000

0

Maluku

Non Kabupaten

Makanan / Minuman

0

915000

0

Maluku

Non Kabupaten

Perminyakan

0

1310000

0

Maluku

Non Kabupaten

Perdagangan / Jasa

0

890000

0

Maluku Utara

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

0

Nangroe Aceh Darussalam

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1300000

0

Nangroe Aceh Darussalam

Kota Banda Aceh

Otomotif

0

0

0

Nusa Tenggara Barat

Non Kabupaten

Non Sektor

0

730000

0

Nusa Tenggara Timur

Non Kabupaten

Non Sektor

0

800000

725000

Papua

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1210000

1180000

Papua

Non Kabupaten

Pertambangan

0

1328000

0

Papua

Non Kabupaten

Perminyakan

0

1328000

1298000

Papua

Non Kabupaten

Properti / Real Estat

0

1328000

0

Riau

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1016000

901600

Sulawesi Barat

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

0

Sulawesi Selatan

Non Kabupaten

Non Sektor

0

1000000

905000

Sulawesi Tengah

Non Kabupaten

Non Sektor

0

777500

720000

Sulawesi Tengah

Kota Palu

Non Sektor

0

785.000

0

Sulawesi Tenggara

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

770000

Sulawesi Tenggara

Non Kabupaten

Pertambangan

0

900000

850000

Sulawesi Utara

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

905500

Sumatera Barat

Non Kabupaten

Non Sektor

0

0

880000

Sumatera Selatan

Non Kabupaten

Non Sektor

0

927825

824730

Sumatera Selatan

Non Kabupaten

Pertambangan

0

974216

0

Sumatera Selatan

Non Kabupaten

Perdagangan / Jasa

0

974216

0

Sumatera Utara

Non Kabupaten

Non Sektor

0

965000

0

.

Sumber:  hrcentro.com dan apindo.or.id

http://rovicky.wordpress.com/2007/12/29/faktor-faktor-penentu-besar-kecilnya-gaji/