Minggu, 18 Maret 2018
Selasa, 30 Januari 2018
Rabu, 10 Januari 2018
Selasa, 14 November 2017
Senin, 08 Mei 2017
Minggu, 17 November 2013
Peluang Karier Bagi Sarjana Manajemen
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen tidak hanya
mencetak Sarjana yang berkemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam
perkembangan dunia bisnis saat ini, namun juga mempunyai wawasan bisnis
melalui pengembangan entepreneurship spirit.
Mari kita akan bahas secara singkat
bisnis apa yang patut kita coba untuk meraih peluang pasar yang ada :
1.Peluang usaha makanan dan minuman
Usaha makanan akan tetap menjadi primadona, eskalasi kesibukan yang terus meningkat membuat kebutuhan makanan terutam yang berkonsep cepat saji akan terus berkebang. Selain itu minuman juga tidak kalah prospek, kenaikan suhu udara akibat pemanasan global akan menjadikan tingkat konsumsi air meningkat.
2.Peluang usaha rumahan modal kecil dengan bisnis online
Yang satu ini menjadi fokus saya, alasannya simple penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat apalagi didukung harag akses yang semakin murah menjadikan pasar bisnis online terus meningkat. Diprediksi kedepannya akan terjadi peningkatan belanja iklan online. Bisnis onle tidak melulu bermain ppc, paid review, jual link atau afiliasi anda juga bisa menggunakn media online untuk membuat toko online, solusi murah hasil melimpah
3.Peluang usaha agroindustri
Masih ingat istilah back to nature? kesadaran akan pentingnya kesehatan dengan mengkonsumsi produk agro yang nirkimia menjadi prospek tersendiri. Saya sendiri sangat tertarik dengan usaha jamur
4.Peluang usaha ritel
Penetrasi ritel akan semakin meningkat pada tahun kedepan, fenomena ini akan terjadi mengigta tingkat konsumsi kebutuhan daily need masyarakat indonesia semakin meningkat, memang pemain2 besar banyak yang bersaing tetapi bukan berarti kita tidak bisa ikut menikmati lezatnya bisnis ritel. Kita bisa mengabil segmen ritel yang gak bisa diambil oleh peritel besar seperti agen aqua dan gas keliling dengan konsep modern.Sebuah survey dari Nielsen menyebutkan bahwa penetrasi gerai ritel modern bisnis makanan di Indonesia sebanyak 52 unit untuk satu juta penduduk tempat teratas di duduki Korea Selatan dengan penetrasi 504 unit untuk satu juta penduduk. Negeri Tiongkok masih berada satu tingkat di atas Indonesia dengan penetrasi gerai sebanyak 74 unit untuk satu juta penduduk.
5.Peluang usaha toko produk tradisional
Khusus untuk segmen ini saya memilih batik sebagai andalan. Pengakuan Dunia bahwa batik adalah produk asli indonesia menyebabkan tingkat penggunaan baju berbahan batik meningkat. Ketertarikan konsemen modern kepada hal2 yang berbau tradisi juga memberikan pasar yang besar.
1.Peluang usaha makanan dan minuman
Usaha makanan akan tetap menjadi primadona, eskalasi kesibukan yang terus meningkat membuat kebutuhan makanan terutam yang berkonsep cepat saji akan terus berkebang. Selain itu minuman juga tidak kalah prospek, kenaikan suhu udara akibat pemanasan global akan menjadikan tingkat konsumsi air meningkat.
2.Peluang usaha rumahan modal kecil dengan bisnis online
Yang satu ini menjadi fokus saya, alasannya simple penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat apalagi didukung harag akses yang semakin murah menjadikan pasar bisnis online terus meningkat. Diprediksi kedepannya akan terjadi peningkatan belanja iklan online. Bisnis onle tidak melulu bermain ppc, paid review, jual link atau afiliasi anda juga bisa menggunakn media online untuk membuat toko online, solusi murah hasil melimpah
3.Peluang usaha agroindustri
Masih ingat istilah back to nature? kesadaran akan pentingnya kesehatan dengan mengkonsumsi produk agro yang nirkimia menjadi prospek tersendiri. Saya sendiri sangat tertarik dengan usaha jamur
4.Peluang usaha ritel
Penetrasi ritel akan semakin meningkat pada tahun kedepan, fenomena ini akan terjadi mengigta tingkat konsumsi kebutuhan daily need masyarakat indonesia semakin meningkat, memang pemain2 besar banyak yang bersaing tetapi bukan berarti kita tidak bisa ikut menikmati lezatnya bisnis ritel. Kita bisa mengabil segmen ritel yang gak bisa diambil oleh peritel besar seperti agen aqua dan gas keliling dengan konsep modern.Sebuah survey dari Nielsen menyebutkan bahwa penetrasi gerai ritel modern bisnis makanan di Indonesia sebanyak 52 unit untuk satu juta penduduk tempat teratas di duduki Korea Selatan dengan penetrasi 504 unit untuk satu juta penduduk. Negeri Tiongkok masih berada satu tingkat di atas Indonesia dengan penetrasi gerai sebanyak 74 unit untuk satu juta penduduk.
5.Peluang usaha toko produk tradisional
Khusus untuk segmen ini saya memilih batik sebagai andalan. Pengakuan Dunia bahwa batik adalah produk asli indonesia menyebabkan tingkat penggunaan baju berbahan batik meningkat. Ketertarikan konsemen modern kepada hal2 yang berbau tradisi juga memberikan pasar yang besar.
BAB XII-Pengaruh Keluarga dan Rumah Tangga dalam Perilaku Konsumen
Pengaruh Keluarga dan Rumah Tangga dalam Perilaku Konsumen
Ada
banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan proses
pengambilan keputusannya dalam pembelian suatu barang, antara lain
keluarga dan rumah tangga. Saat ini keberadaan keluarga dan rumah tangga
sangat berpengaruh terhada pola hidup dan prilaku konsumsi seseorang.
Hal ini didasari pada gaya hidup keluarga maupun rumah tangga itu
sendiri. Semakin tinggi derajat keluarga, semakin tinggi juga kebutuhan
hidup. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting terhadap masyarakat. Di
dalam keluarga dan rumah tangga sangat berpengaruh terhadap pembelian
konsumen, karena kebutuhan keluarga dan rumah tangga sangat banyak.
Secara
ilmiah keluarga dapat diartikan sebagai sekelompok yang terdiri dari
dua atau lebih individu yang berhubungan darah, pernikahan, atau adopsi
yang tinggal berdampingan. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang,
baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang menempati sebuah unit
rumah. Keluarga maupun pengaruh rumah tangga mempengaruhi sikap
pembelian konsumen. Misalnya kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga
untuk menambah perabotan, bahan makanan bayi, dan lain-lain. Rumah
tangga berbeda dengan keluarga dalam rumah tangga mendeskripsikan semua
orang, baik yang berkerabat maupun yang tidak, yang menempati satu unit
perumahan. Baik untuk rumah tangga maupun keluarga, data dapat digunakan
oleh organisasi pemasaran untuk analisis makro maupun pemasaran.
Keluarga
sebagai suatu lingkup paling dekat dengan konsumen “keluarga” merupakan
pengaruh paling kuat pada si konsumen dalam memilih suatu produk.
Mengapa demikian, pertama adalah keluarga sebagai sumber orientasi yang
terdiri dari keluarga. Kedua adalah keluarga sebagai sumber keturunan.
Jadi keluarga ada hubungannya dalam mempengaruhi prilaku konsumen. Dalam
kehidupan rumah tangga situasi dari keadaan di dalamnya menjadikan
patokan dari konsumen sebagai pembeli, dimana tindakan itu terjadi
karena pembentukan sebuah emosional, yaitu terbentuknya suatu
keprobadian dan gaya hidup dalam diri si konsumen tersebut. Dengan kata
lain pembetukan suatu imej seseorang dalam pembentukan kepribadian
dipengaruhi oleh lingkunga sekitar yaiut kelurga,teman, dan sekitar yang
berpengaruh besar dalam perilaku konsumen
Studi
tentang keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi
adalah penting, tetapi kerap diabaikan dalam analisis perilaku konsumen.
Pentingnya keluarga timbul karena dua alasan, yaitu :
1. Banyak
produk dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebgai unit keluarga.
Contoh : jika pasangan baru membeli rumah barangkali mereka akan
melibatkan anak, orang tua, nenek dan keluarga besar.
2. Ketika
pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu
bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain dalam
keluarganya. Contoh : pengaruh remaja mungkin pula besar sekali pada
pembelian pakaian orang tua.
Pengaruh
rumah tangga dan konsumen terhadap prilaku konsumen itu sendiri
disebabkan oleh banyak hal yang memungkinkan terjadi atau tidaknya suatu
keputusan pembelian dari konsumen terhadap suatu produk tertentu.
Variabel yang Mempengaruhi Sosiologi Keluarga dan Rumah Tangga
Pemasar
dapat memahami keluarga dan keputusan rumah tangga yang lebih baik
dengan memeriksa dimensi sosiologis tentang bagaimana keluarga membuat
keputusan konsumen. Tiga variabel sosiologis yang membantu menjelaskan bagaimana fungsi keluarga meliputi kohesi, adaptasi, dan komunikasi.
Ø Kohesi adalah ikatan emosional antara anggota keluarga. Itu mengukur seberapa dekat satu sama lain merasa anggota keluarga pada tingkat emosional. Kohesi mencerminkan rasa keterhubungan atau keterpisahan dari anggota keluarga lainnya.
Ø Adaptasi mengukur
kemampuan sebuah keluarga untuk mengubah struktur kekuasaannya,
hubungan peran, dan aturan hubungan dalam respon terhadap stres
situasional dan perkembangan. Tingkat adaptasi menunjukkan seberapa baik keluarga dapat memenuhi tantangan yang disajikan oleh situasi berubah.
Ø Komunikasi adalah dimensi memfasilitasi, penting untuk gerakan pada dua dimensi lainnya. Keterampilan
komunikasi positif (seperti empati, mendengarkan reflektif, komentar
mendukung) memungkinkan anggota keluarga untuk berbagi kebutuhan mereka
berubah karena mereka berhubungan dengan kohesi dan kemampuan
beradaptasi. Keterampilan
komunikasi negatif (seperti pesan ganda, ganda mengikat, kritik)
meminimalkan kemampuan untuk berbagi perasaan, sehingga membatasi
gerakan dalam dimensi kohesi dan kemampuan beradaptasi. Memahami apakah keluarga anggota puas dengan pembelian keluarga membutuhkan komunikasi dalam keluarga. Untuk
menentukan bagaimana keluarga membuat keputusan pembelian dan bagaimana
keluarga mempengaruhi perilaku pembelian masa depan anggotanya, hal ini
berguna untuk memahami fungsi yang disediakan dan peran yang dimainkan
oleh anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
Peran Perilaku
Keluarga
dan kelompok lain menunjukkan apa yang disebut sosiolog Talcott Parsons
sebagai perilaku peran instrumental dan ekspresif.
Ø Peran instrumental, juga
dikenal sebagai peran fungsional atau ekonomi, melibatkan keuangan,
kinerja, dan fungsi lainnya yang dilakukan oleh anggota kelompok.
Ø Peran Ekspresif melibatkan
pendukung anggota keluarga yang lain dalam proses pengambilan keputusan
dan mengekspresikan kebutuhan keluarga estetika atau emosional,
termasuk norma-norma keluarga menegakkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
