Minggu, 20 Oktober 2013

Perilaku Konsumen (BAB I)



BAB I
Pendahuluan

1.1   Definisi
Menurut John C. Mowen dan Michael Minor mendefinisikan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk,jasa dan pengalaman serta ide-ide.
Menurut Lamb, Hair dan Mc.Daniel menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan untuk membeli, menggunakan serta mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dibeli, juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk.(Rangkuti,2002:91).
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard, menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Perilaku konsumen dapat disimpulkan dari semua definisi diatas sebagai studi tentang proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memilih, membeli,memakai serta memanfaatkan produk,jasa,gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen.
1.2   Pemikiran Konsumen
Pemikiran konsumen sebenarnya merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.


1.3   Penelitian Konsumen
Pentingnya Penelitian Konsumen
a.  Membantu mereka untuk mengetahui  keinginan, kebutuhan sekaligus dengan kepuasan konsumen.
b.  Implikasi yang banyak disarankan untuk menjadikan pemasaran berhasil adalah kenalilah konsumen anda, berilah apa yang mereka inginkan, gunakan media yang menjadi sasaran dan media baru, gunakan non-media, capailah konsumen di toko, tajamkan promosi, bekerja sama dengan pengecer.
c.   Pemikiran dan Premis yang Essensial tentang tradisi dan Penelitian Konsumen. Empat Premis yang essensial :
·           Konsumen adalah Raja
·           Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
·           Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasif yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu
·           Bujukan dan pengaruh konsumen memiliki hasil secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi
Pengertian Metode, Teknik dan Penelitian Konsumen adalah Metode dan Teknik Metode menunjukkan suatu cara yang sifatnya teoritis. Teknik menunjukkan cara yang bersifat praktis sedangkan Penelitian Konsumen Pengumpulan data, pencatatan dan penganalisaan data secara sistematis tentang konsumen.
a.  Penelitian Kualitatif 
Informasi riset kualitatif dalam bidang pemasaran dapat digunakan, misalnya :
·           Menjernihkan isu sebelum penelitian kuantitatif
·           Mengidentifikasi pengembangan produk baru
·           Meninjau persepsi konsumen atas produk atau pesaing
·           Menganlisis perilaku konsumen
·           Menyelidiki bagaimana keputusan membeli dilakukan
·           Menyelidiki alasan mengapa satu merek dipilih
Penelitian Kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar atau data yg bukan dalam bentuk skala rasio tetapi dalam bentuk skala yg lbh rendah yaitu skala Ordinal dan atau Nominal.
Model yang dipakai dalam penelitian kualitatif adalah :
·           Pendekatan Secara Langsung (Direct Approach)
   Adalah pendekatan yang dipakai dengan menjelaskan secara jelas tujuan penelitian kepada responden yang terdiri atas :
ü  Focus Group 
      Adalah wawancara yang dipandu oleh seorang moderator dalam jumlah kecil, dalam    bentuk yang tidak teratur dan semaksimal mungkin dilakukan secara alami. Yang akan dianalisis disini adalah :
a.  Konsisten respon
b.  Ide-ide baru
c.  Tanggapan langsung, baik dari ekspresi maupun bahasa tubuh
ü  Karakteristik
a.  Jumlah                  : 8 – 12 orang
b.  Komposisi peserta       : Homogen (demografi atau sosial ekonomi), pst sudah mengetahui objek yg akan dibicarakan
c.  Pengaturan tempat       : santai, informal shg ada komentar spontan
d.  Waktu pelaksanaan       : 1 – 3 jam
e.  Recording               : Direkam dengan tujuan untuk menganalisis gerakan tubuh responden
f.  Observasi               : Moderator hrs memiliki kemampuan mengobservasi, komunikasi dan menyenangkan
g.  Wawancara
Adalah kegiatan mencari informasi yang dilakukan langsung terhadap responden dengan menggunakan teknik Probing, yaitu tanya jawab yang bertujuan untuk mengetahui hal-hal yg tersembunyi dari responden. Spt : motivasi, kepercayaan, perilaku, perasaan mengenai suatu topik tertentu. Ada 3 macam teknik wawancara :
a.    Laddering
Adalah proses bertanya yang berubah dari “product characteristic” ke “user characteristic” atau pendapat menurut kacamata konsumen
b.    Pertanyaan mengenai isu tersembunyi
Adalah pertanyaan yg lbh banyak melibatkan pendapat pribadi
c.     Analisis Simbolik
Adalah pertanyaan yang memancing emosi responden dengan menghadapkan hal-hal yang bertentangan
·           Pendekatan Tidak Langsung (Indirect Approach)
Adalah pendekatan yg dipakai dengan tidak menyebutkan secara jelas tujuan penelitian kepada responden.
Teknik yang dipakai disebut Projective Techniques. Salah satu cara yg paling populer adalah dengan menggunakan teknik asosiasi. Responden diberi stimulus dan diminta memberi respon langsung pada saat jawaban tersebut muncul dipikirannya. Caranya responden diberi daftar kata dan diminta memberikan respon seketika
b.  Penelitian Kuantitatif
Adalah penelitian yang lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan suatu penaksiran. Rencana penelitian mencakup :
1.  Permasalahan
2.  Tujuan penelitian
3.  Kerangka pemikiran termasuk penggunaan konsep dan operasionalisasinya
Data Kuantitatif dikelompokkan menjadi dua :
a.   Data Diskrit / Nominal
Yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung bukan hasil mengukur. Data   nominal biasanya diperoleh dari penelitian yg bersifat eksploratif atau survey.
b.   Data Kontinu
Yaitu data yg diperoleh dari hasil pengukuran.
-    Skala Rasio
Yaitu data yg jaraknya sama dan mempunyai nilai nol absolut. Skala rasio mencerminkan jumlah-jumlah yg sebenarnya dari suatu variabel.
-    Skala Ordinal
Yaitu skala yg bertujuan untuk membedakan antara kategori-kategori dlm satu variabel dg asumsi ada urutan atau tingkatan skala.
-    Skala Interval
Yaitu skala suatu variabel yg selain dibedakan dan mempunyai tingkatan, jg diasumsikan mempunyai jarak yg pasti antara satu kategori dg kategori lainnya dlm satu variabel. Contoh : variabel umur

Macam-macam Penelitian Konsumen
-    Penelitian Eksplorasi, Metode
1.   Metode Sugesti Konsumen (Consumer Suggestion)
2.   Metode Memusatkan atau Memfokuskan Konsumen
3.   Penelitian Tentang Kesimpulan Konsumen
-    Pendekatan Penelitian Konsumen
1.   Pendekatan Penelitian Cross-Sectional
Pendekatan ini dimaksudkan untuk meneliti aspek-aspek perilaku konsumen yg menggunakan waktu secara relatif singkat atau sesaat.
2.   Pendekatan Penelitian Longitudinal
Pendekatan ini dimaksudkan untuk meneliti aspek-aspek perilaku konsumen yg terjadi dlm beberapa periode waktu tertentu (relatif lama).
·           Prosedur Penelitian Konsumen
1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah
2. Melakukan riset kepustakaan
3. Memformulasikan hipotesis
4. Menentukan model
5. Mengumpulkan data
6. Mengolah dan menyajikan informasi
7. Menganalisis dan menginterpretasi
8. Membuat generalisasi dan kesimpulan
9. Membuat Laporan

Metode Pengumpulan Informasi Konsumen
1.  Metode Observasi yaitu mengamati kebiasaan konsumen.
2.  Metode Eksperimen
a.   Eksperimen Laboratorium
b.   Eksperimen Lapangan
3.  Metode Survei
a.   Wawancara Pribadi
b.   Survei melalui telepon
c.   Survei melalui surat


Data Primer dan Data Sekunder
1.  Data Primer
Merupakan data yg didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perusahaan.
2.  Data Sekunder
Adalah data primer yg telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik, oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Keuntungan dan kelemahan data sekunder sebagai berikut:
-    Keuntungan :
1.  Adanya penghematan dalam biaya dan waktu
2.  Data dapat diperoleh diluar kemampuan peneliti
-    Kelemahan :
Jarang sekali dapat memenuhi tujuan proyek penelitian karena data dikumpulkan untuk tujuan yg berbeda dg tujuan penelitian yg sedang digunakan dan selalu ketinggalan zaman.

Jenis Sumber Data Sekunder
1.   Sumber Internal
Merupakan data yg didapat dari dalam perusahaan atau organisasi. Misal :Laporan Departemen, Laporan Produksi, Laporan Keuangan, Laporan Pemasaran dan lain-lain.
2.   Sumber Eksternal
Merupakan sumber/data yang diperoleh dari luar organisasi. Misal : data yang sudah dipublikasikan, ensiklopedi, jurnal, majalah dan lain-lain.

Cara Pengumpulan Data
1.   Sensus
2.   Mencatat seluruh elemen/populasi
3.   Sampling
         
Teknik Pengambilan Sampel
1.   Pengambilan sampel Probabilitas/Acak
Adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara pengambilan sample :
a.  Cara undian
b.  Cara tabel bilangan random
c.  Cara sistematis/ordinal
d.  Cara stratifikasi
e.  Cara cluster
2.   Pengambilan sampel non Probabilitas
Yaitu pengambilan sampel dengan cara  semua elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel karena misalnya ada bagian tertentu yang secara sengaja tidak dimasukkan dalam pemilihan untuk mewakili populasi. Ada 3 cara yang bisa dilakukan :
a.  Cara keputusan (Judgment sampling)
b.  Cara kuota (Quota sampling)
c.  Cara gampangan (Convenience sampling)

Teknik-teknik Pengujian Hipotesis
1.   Pengujian Hipotesis Satu Variabel terdiri dari :
a.  Uji rata-rata sampel (n >= 30)
b.  Pengujian varian dua variabel yang  berbeda
c.  Pengujian perbedaan diantara dua rata-rata untuk sampel berpasangan
d.  Pengujian perbedaan diantara rata-rata dua kelompok yang berbeda
e.  Pengujian proporsi yang digunakan untuk menguji perbedaan dua proporsi dari dua populasi yang independen, tidak saling tergantung
2.   Pengujian Hipotesis Lebih dari Satu Variabel dari Rata-rata dilakukan terhdp kelompok data yg berbeda yg disebebkan oleh lebih dari satu variabel

Hal-hal yg Perlu Diperhatikan Dalam Riset Perilaku Konsumen
1.   Pengamatan
2.   Validitas Dan Keandalan
3.   Kategori
4.   Unit Perilaku
5.   Inferense Peneliti/Pengamat
6.   Generalitas atau Daya Terap
7.   Kesimpulan

Tema Riset Perilaku Konsumen
1.   Budaya
-  Budaya
-  Sub-Budaya
-  Kelas Sosial
2.   Sosial
-  Kelompok Acuan
-  Keluarga
-  Peran Dan Status   
3.   Pribadi
-  Usia Dan Tahap Siklus Hidup
-  Pekerjaan
-  Keadaan ekonomi
-  Gaya Hidup
-  Kepribadian Dan Konsep Diri Pembeli
4.   Psikologis
-  Motivasi
-  Persepsi
-  Pembelajaran/Pengetahuan
-  Keyakinan Dan Sikap
Referensi
     Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen : Konsep Dan Implikasi untuk Strategi Dan Penelitian Pemasaran, Jakarta : Prenada Media, 2003







Minggu, 29 September 2013

Wajah Perkoperasian Saat Ini


Wajah Perkoperasian Indonesia Saat ini

Koperasi merupakan badan usaha bersama yang bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi biaya serta dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun, sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Faktor penyebab sulitnya koperasi berkembang di Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya Partisipasi Anggota 
Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi ditengarai menjadi faktor utama kemunduran peran koperasi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena pengurus beranggapan hal tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi diri mereka pribadi. Kegiatan koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas. Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar. 
2. Sosialisasi Koperasi 
Tingkat partisipasi anggota koperasi yang masih rendah disebabkan oleh sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus. 
3. Manajemen 
Manajemen koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha. Oleh karena itu koperasi harus teliti dalam memilih pengurus maupun pengelola agar badan usaha yang didirikan akan berkembang dengan baik. Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. contohnya banyak terjadi pada KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Banyak terjadi KUD yang hanya menjadi tempat bagi pengurusnya yang korupsi akan dana bantuan dari pemerintah yang banyak mengucur. 
4. Permodalan 
Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. Kendala modal itu bisa jadi karena kurang adanya dukungan modal yang kuat dan dalam atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal dan sumber koperasi itu sendiri. Jadi untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan melalui terobosan structural, maksudnya dilakukannya restrukturasi dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan. Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Muhammad Hajir Hadde, SE. MM menyebutkan salah satu hambatan yang dihadapi selama ini diantaranya manajemen dan modal usaha.  Hal itu dikatakannya dihadapan peserta Diklat Koperasi Simpan Pinjam KSP dan Unit Simpan Pinjam USP yang saat ini sedang berlangsung di Palu.  Untuk mengantisipasi berbagai hambatan dimaksud khususnya manajemen Dinas Kumperindag selaku leading sector terus berupaya mengatasinya melalui pendidikan dan pelatihan serta pemberian modal usaha. 
5. Sumber Daya Manusia 
Banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak profesional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha lainnya. Dari sisi keanggotaan, sering kali pendirian koperasi itu didasarkan pada dorongan yang dipaksakan oleh pemerintah. Akibatnya pendirian koperasi didasarkan bukan dari bawah melainkan dari atas. Pengurus yang dipilih dalam rapat anggota seringkali dipilih berdasarkan status sosial dalam masyarakat itu sendiri. Dengan demikian pengelolaan koperasi dijalankan dengan kurang adanya control yang ketat dari para anggotanya. Pengelola ynag ditunjuk oleh pengurus seringkali diambil dari kalangan yang kurang profesional. Sering kali pengelola yang diambil bukan dari yang berpengalaman baik dari sisi akademis maupun penerapan dalam wirausaha.
6. Kurangnya Kesadaran Masyarakat 
Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up) tetapi dari atas (top down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
7. “Pemanjaan Koperasi” 
Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
8. Demokrasi ekonomi yang kurang 
Dalam arti kata demokrasi ekonomi yang kurang ini dapat diartikan bahwa masih ada banyak koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya. Setiap koperasi seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat oleh segala jasa – jasa yang diberikan, tetapi hal tersebut sangat jauh dari apa ayang kita piirkan. Keleluasaan yang dilakukan oleh badan koperasi masih sangat minim, dapat dicontohkan bahwa KUD tidak dapat memberikan pinjaman terhadap masyarakat dalam memberikan pinjaman, untuk usaha masyarakat itu sendiri tanpa melalui persetujuan oleh tingkat kecamatan dll. Oleh karena itu seharusnya koperasi diberikan sedikit keleluasaan untuk memberikan pelayanan terhadap anggotanya secara lebih mudah, tanpa syarat yang sangat sulit.  

Selasa, 04 Juni 2013

Undangan dari Andhita Ramadhani menunggu respons Anda

 
 
 
 
 
Andhita Ramadhani ingin terhubung dengan Anda di LinkedIn. Apakah respons Anda?
 
 
 
 
Andhita Ramadhani
Accounting di PZ Cussons
 
 
 
 
Anda menerima email Pengingat untuk undangan yang belum Anda jawab. . Berhenti menerima Undangan.
© 2013 LinkedIn Corporation. 2029 Stierlin Ct, Mountain View, CA 94043, USA.
 
 

Selasa, 28 Mei 2013

Undangan dari Andhita Ramadhani menunggu respons Anda

 
 
 
 
 
Andhita Ramadhani ingin terhubung dengan Anda di LinkedIn. Apakah respons Anda?
 
 
 
 
Andhita Ramadhani
Accounting di PZ Cussons
 
 
 
 
Anda menerima email Pengingat untuk undangan yang belum Anda jawab. . Berhenti menerima Undangan.
© 2013 LinkedIn Corporation. 2029 Stierlin Ct, Mountain View, CA 94043, USA.
 
 

Rabu, 22 Mei 2013

Undangan untuk terhubung di LinkedIn

 
LinkedIn
 
 
 
 
Dari Andhita Ramadhani
 
Accounting di PZ Cussons
Britania Raya
 
 
 
 
 
 
 

Saya ingin menambahkan Anda ke jaringan profesional saya di LinkedIn.

-Andhita

 
 
 
 
 
 
 
Anda menerima email Undangan untuk Terhubung. Berhenti berlangganan email ini
©2012, LinkedIn Corporation. 2029 Stierlin Ct. Mountain View, CA 94043, USA